|
Disusun Oleh
Mutiara Niswa Pradya
(0034055898)
2020-2021
LEMBAR
PENGESAHAN
Laporan
Ilmiah sebagai Syarat untuk Mengikuti Ujian Sekolah
Menyetujui,
|
|||||
|
|||||
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah
SWT yang telah memberikan saya kemudahan dalam menyelesaikan makalah tepat
waktu. Tanpa rahmat dan pertolongan-Nya, saya tidak akan mampu menyelesaikan
makalah ini dengan baik. Tidak lupa shalawat serta salam tercurahkan kepada
Nabi agung Muhammad SAW yang syafa’atnya kita nantikan kelak.
Saya mengucapkan
syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, sehingga laporan hasil “Isolasi
DNA Buah Pisang” dapat diselesaikan. Makalah ini disusun guna memenuhi tugas
Ujian praktek biologi. Saya berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi setiap
orang yang membacanya.
Saya menyadari makalah
ini masih perlu banyak penyempurnaan karena kesalahan dan kekurangan. Saya
terbuka terhadap kritik dan saran Ibu ataupun teman-teman yang membaca agar
makalah ini dapat lebih baik. Apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah
ini, baik terkait penulisan maupun konten, Saya meminta maaf.
Demikian yang dapat
saya sampaikan. Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat.
Bandung, 09 Februari
2021
DAFTAR
ISI
Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I Pendahuluan
Latar
belakang
Tujuan
Praktikum
Waktu
dan Tempat
Alat
dan Bahan
Langkah
Percobaan
BAB II Pembahasan
Hasil
Penelitian
Pembahasan
BAB III
Kesimpulan
Saran
BAB IV Penutup
Glosarium
Daftar
Pustaka
BAB
I
Latar
Belakang
DNA
(Deoxyribose Nucleic Acid) adalah master molecul (molekul utama) yang mengkode
semua informasi yang dibutuhkan untuk proses metabolisme dalam setiap
organisme.DNA ini tersusun atas 3 komponen utama yaitu gula deoksiribosa, basa
nitrogen dan fosfat yang tergabung membentuk nukleotida. Molekul DNA ini
terikat membentuk kromosom, dan ditemukan di nukleus, mitokondria dan
kloroplas. DNA yang menyusun kromosom ini merupakan nukleotida rangkap yang
tersusun heliks ganda (double helix), dimana basa nitrogen dan kedua ”benang”
polinukleotida saling berpasangan dalam pasangan yang tetap melalui ikatan
hidrogen dan antara nukleotida yang satu dengan nukleotida yang lain
dihubungkan dengan ikatan fosfat. DNA terdapat di dalam setiap sel makhluk
hidup dan disebut sebagai ”cetak biru kehidupan” karena molekul ini berperan
penting sebagai pembawa informasi hereditas yang menentukan struktur protein
dan proses metabolisme lain.
Proses
isolasi DNA diawali dengan proses ekstraksi DNA. Hal ini bertujuan untuk
memisahkan DNA dengan partikel lain yang tidak diinginkan. Proses ini harus
dilakukan dengan hati-hati, sehingga tidak menyebabkan kerusakan pada DNA.
Untuk mengeluarkan DNA dari sel, dapat dilakukan dengan memecahkan dinding sel,
membran plasma dan membran inti baik dengan cara mekanik maupun secara kimiawi.
Cara mekanik bisa dilakukan dengan pemblenderan atau penggerus menggunakan
mortar dan pistil. Sedangkan secara kimiawi dapat dengan pemberian yang dapat
merusak membran sel dan membran inti, salah satunya adalah deterjen.
Penambahan
deterjen dalam isolasi DNA dapat dilakukan karena deterjen dapat menyebabkan
rusaknya mebran sel, melalui ikatan yang dibentuk melalui sisi hidrofobik
deterjen dengan protein dan lemak pada membran membentuk senyawa ”lipid
protein-deterjen kompleks”. Senyawa tersebut dapat terbentuk karena protein dan
lipid memiliki ujung hidrofilik dan hidrofobik, demikian juga dengan deterjen,
sehingga dapat membentuk suatu ikatan kimia
Tujuan
Praktikum
1. Mengetahui
cara/metode untuk memisahkan (mengisolasi) DNA dari buah-buahan.
2. Mengetahui
keefektifan deterjen dan buah yang dipakai untuk melakukan percobaan isolasi
DNA.
3. Mengetahui
keefektifan penggunaan garam beryodium (garam halus) dengan garam kasar pada
isolasi DNA.
Waktu
dan Tempat
Waktu
pelaksanaan dilakukan mulai hari Sabtu
malam dan Tempat yang saya gunakan di Rumah Pribadi.
Alat
dan Bahan
Untuk
melakukan praktikum isolasi DNA pada buah pisang ini diperlakukan alat dan
bahan.
Alat
yang harus disiapkan :
v Tisu
v Gelas
v Mangkuk
v Sendok
v Penyaring
v Plastik
v Tusuk gigi
v Sarung tangan
Bahan
yang diperlukan :
v Buah
pisang
v Alkohol
v Air
v Garam
v Sabun pembersih
Langkah
Percobaan
1.
Siapkan
gelas atau pun mangkuk yang berisi air 200 ml, lalu tambahkan sabun permbersih
dan juga garam. Kemudian aduk sampai homogen.
2.
Masukkan
buah pisang 20 gr ke dalam plastic bening lalu lumatkan pisang sampai halus.
3.
Tamhbahkan
larutan garam tadi kedalam plastic yang terdapat buah pisang, kemudian kocakkan
agar buah pisang dengan larutan tercampur
4.
Siapkan
penyaring diatas wadah, lalu saring larutan yang sudah tercampur dengan buah
tadi, karena yamng kita ambil hanya air serat airnya saja
5.
Lalu
masukkan alkohol satu sdm ke dalam wadah kosong, kemudian tambahkan larutan 1
sdm juga kedalam mangkuk yang berisi alkohol.
6.
Diamkan
hingga beberapa menit untuk menunggu hasilnya.
7.
Setelah
itu amati wadah yang berisi larutan dengan alkohol tadi, dan pastikan dengan
tusuk gigi apakah dalam larutannya sudah terdapat benang-benang putih atau
benang halus, yang merupakan DNA buah pisang sudah terisolasi.
8.
Jika
sudah, praktikum selesai.
BAB
II
Hasil
Praktikum
Link Instagram : https://www.instagram.com/tv/CLB7YlIFN2bWud7YXe_VhsR7Tsh7GQ7PLCG6jQ0/?igshid=1bw2mzcq1y44m
Link Youtube :
Pembahasan
Praktikum
ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh buah dan deterjen terhadap kualitas DNA yang
dihasilkan dalam proses isolasi. Buah yang digunakan dalam proses isolasi DNA
ini adalah buah pisang. Sedangkan jenis deterjen yang dipakai adalah deterjen
sunlight. Hal yang pertama saya lakukan yaitu, menyiapkan buah yang akan di
tumbuk.
Apabila dilihat dari sumber DNA yang
digunakan untuk pengisolasian ini, macam buah yang digunakan menunjukkan
perbedaan yang nyata. Masing-masing buah untuk sumber DNA menghasilkan DNA yang
berbentuk benang-benang halus berwarna sesuai dengan warna asal buah tersebut.
Kelima macam buah yang digunakan dalam proses pengisolasian DNA kali ini adalah
jenis buah yang memiliki kadar air yang tinggi. Tidak ada perbedaan yang
ditunjukkan untuk perlakuan variasi jenis buah ini. Suatu sumber menyatakan bahwa
dalam proses pembuatan sumber DNA untuk isolasi DNA hendaknya jangan terlalu
encer karena semakin encer sumber DNA, DNA yang terpresipitasi akan semakin
sedikit. Karena sel yang lisis di dalam air tentunya lebih sedikit jika
dibandingkan dengan sumber DNA yang lebih kental. Namun, masalah pengaruh
keenceran terhadap hasil isolasi DNA dapat diatasi dengan pengurangan jumlah
air yang digunakan sehingga walaupun sumber DNA yang digunakan adalah buah
dengan kadar air tinggi, tetap dapat diperoleh ekstrak yang cukup kental.
Membran sel pada setiap organisme dapat
mengalami kerusakan
yang disebabkan oleh pengaruh
senyawa-senyawa kimia. Senyawa kimia yang mampu merusak membrane ataupun
dinding sel antara lain lisozim yang mampu mempengaruhi kerja senyawa polimerik
sehingga kekakuan sel tidak lagi dapat terjaga. Selain itu, ada pula senyawa
EDTA (etilendiamintetraasetat) yang berfungsi untuk menghilangkan ion Mg2+ yang
penting untuk mempertahankan struktur selubung sel serta menghambat enzim yang
dapat merusak DNA. Dalam proses isolasi DNA, deterjen berfungsi menggantikan
senyawa-senyawa kimia tersebut di atas. Deterjen mengandung sodium dodesil
sulfat (SDS) yang dapat menyebabkan hilangnya molekul lipid pada membran sel
sehingga struktur membrane akan rusak dan melisiskan isi sel.
Pada Pengisolasian DNA menggunakan garam
dapur dengan tujuan untuk memekatkan DNA. Hal ini dapat terjadi karena ion Na+
yang dikandung oleh garam mampu membentuk ikatan dengan kutub negative pada
ikatan fosfat DNA. Saat ion Na+ garam berikatan dengan fosfat, pada saat itulah
DNA akan berkumpul. Sedangkan penambahan alcohol pada permukaan larutan
betujuan untuk melakukan presipitasi sehingga DNA yang telah terkumpul tadi
mampu memisah dari larutan dan terbentuklah lapisan-lapisan yang dapat
diidentifikasi unsur penyusunnya.
BAB III
Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari
praktikum ini yaitu isolasi DNA merupakan metode untuk memisahkan DNA dari sel,
baik dari inti, mitokondria maupun kloroplas. Isolasi DNA pada dasarnya dapat
dilakukan dengan merusak dinding dan membran sel dan juga membran inti.
Perusakan ini dapat dilakukan dengan pemblenderan, penggerusan atau yang
lainnya. DNA dapat diisolasikan dari
sumber DNA berupa buah dengan penambahan larutan deterjen, etanol serta garam
untuk membantu presipitasi DNA.
Saran
Adapun sarannya,
sebaiknya kalian melakukan praktikum pada tempatnya (lab) karena akan lebih
kondusif. Karena jika di rumah banyak kendala, jika mempunyai adik kecil pasti
sang adik menganggu dan lainnya.
Dan untuk larutan
pengamatannya sebaiknya menggunakan mangkuk kecil agar lebih terlihat nyaman
dilihat.
BAB IV
Glosarium
DNA
(Deoxyribose Nucleic Acid) : Master molecul (molekul utama)
yang mengkode semua informasi yang dibutuhkan untuk proses metabolisme dalam
setiap organisme.
EDTA
(etilendiamintetraasetat) : Berfungsi untuk menghilangkan
ion Mg2+ yang penting untuk mempertahankan struktur selubung sel serta
menghambat enzim yang dapat merusak DNA.
Sodium Dodesil Sulfat (SDS) : Dapat
menyebabkan hilangnya molekul lipid pada membran sel sehingga struktur membrane
akan rusak dan melisiskan isi sel.
Double Helix : DNA yang menyusun kromosom ini
merupakan nukleotida rangkap yang tersusun heliks
ganda.
Daftar Pustaka
http://deallia.blogspot.com/2013/09/laporan-pengamatan-isolasi-dna.html
https://biologiaja.blogspot.com/2012/05/isolasi-dna-buah-pisang.html
https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/biologi/article/viewFile/19519/18511
http://buqhoriis.blogspot.com/2013/11/laporan-isolasi-dna-buah.html


